Salestock

Salestock

Salestock – toko berbasis online ini startup yang cenderung “pemalu” dengan media. Beberapa kali Tech in Asia mencoba untuk menghubungi mereka dan mengajukan permintaan untuk wawancara, namun mereka menolak.

Meski begitu, kami tetap mencoba untuk menghimpun sebanyak mungkin informasi tentang e-commerce yang cukup “misterius” ini.

Riwayat Sale Stock

Sale Stock didirikan oleh pasangan suami istri Lingga Madu dan Ariza Novianti. Keduanya punya ide membuat Sale Stock dari pengalaman menjual barang-barang bekas yang mereka miliki. Nama Sale Stock sendiri dipilih karena barang-barangnya yang dijual dengan harga “Sale,” dengan stok yang selalu tersedia (on-stock).

Selain Lingga dan Ariza, Sale Stock juga didirikan oleh Stanislaus Tandelilin (mantan pegawai Citibank), Ivan Samuel Heydemans (mantan Head of Marketing Lazada), dan Listiarso Wastuargo (mantan Software Engineer di Facebook).

Selama ini, Sale Stock belum pernah mengumumkan pendanaan yang mereka terima. Namun sebuah perusahaan modal ventura bernama Ardent Ventures menyebut Sale Stock sebagai salah satu portofolio mereka.

Di Indonesia, Ardent Ventures menjalin kerja sama dengan Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), sebuah perusahaan modal ventura yang dimiliki oleh Sinar Mas Group. Karena itu, besar kemungkinan kalau SMDV juga punya saham di Sale Stock.

Baca juga :

Kemungkinan tersebut diperkuat dengan posisi salah satu kantor Sale Stock yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD), yang juga dimiliki oleh Sinar Mas Group. Selain di BSD, Sale Stock mempunyai beberapa kantor lain di Cikokol, Bandung, Jogja, dan di Apartemen Istana Sahid, Jakarta.

Tech in Asia telah mencoba menghubungi SMDV dan Sale Stock untuk mengonfirmasikan hal tersebut.

Untuk menggaet banyak pengguna, Sale Stock berusaha untuk menghadirkan produk-produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. “Semua barang di Sale Stock mempunyai harga kurang dari Rp300 ribu,” ujar Adilla Inda Diningsih (Dila), VP Marketing Sale Stock.

Selain itu, Sale Stock berusaha menghadirkan pengalaman bertransaksi yang mudah lewat perangkat mobile. Selain mempunyai aplikasi mobile, situs mereka pun didesain khusus untuk pengguna smartphone. Kini kamu pun bisa membeli barang di Sale Stock lewat fitur chat di akun resmi Sale Stock di LINE.

Model bisnis yang dijalankan Sale Stock bukannya tanpa risiko. Mereka harus menyediakan modal besar untuk menyimpan banyak stok barang, dan hanya mengambil keuntungan yang minim karena harga produk yang murah. Namun apabila mereka berhasil meraih banyak pembeli, bukan tidak mustahil kalau keuntungan mereka bisa jauh lebih besar dibanding e-commerce lain.

Related posts